Chandra Ekajaya Modal Yang Menjadi Penghambat Utama Wirausaha

Modal merupakan suatu kendala yang biasanya menjadi penghambat para pengusaha pemula. Kebanyakan mereka merasa sangat terhambat dengan masalah itu, padahal sebenarnya sebuah modal tentunya bukanlah masalah utama, karena saat ini sudah banyak koperasi maupun lembaga lain yang menyediakan pinjaman dalam bentuk uang tanpa menggunakan agunan sama sekali. Hal itu lah yang saat ini tak banyak diketahui para pengusaha pemula ujar Chandra Ekajaya.

Salah satu  koperasi yang melakukan pinjaman itu ialah Koperasi Chandra Jaya Bersinar Group atau biasa disingkat Koperasi CJB Group. Banyaknya program bantuan dari bantuan dana alat hingga fasilitas lain diberikan oleh Koperasi CJB Group. Koperasi yang didirikan oleh Chandra Ekajaya di tahun 2015 ini merupaka sualtu lembaga koperasi yang bergerak untuk pemodalan bagi para pengusaha pemula maupun para pedagang terutama pedagang kaki lima yang ingin menjalankan kegiatan usaha mereka tetapi terhambat oleh sebuah modal.

Pengusaha Chandra Ekajaya

Sejak awal pendirian koperasi ini memang ditujukan kepada kaum tidak mampu yang ingin mendapatkan penghasilan dengan cara usaha. Latar belakang berdirinya koperasi ini memang dari masa lalu Chandra Ekajaya yang menjadi seorang penjual bubur dan berjuang untuk mendirikan usaha koperasi simpan pinjam ini bagi para rekannya.

Awalnya, koperasi yang dibentuk nya hanya diikuti 231 anggota. Kini, anggotanya mencapai ribuan orang, dalam waktu kurang dari setahun. Koperasi ini menggunakan sistem bagi hasil, dengan melihat kemampuan setiap anggotanya. Hingga akan memudahkan anggotanya karena menyesuaikan kemampuan masing-masing. Syarat yang mudah dan tanpa adanya agunan tentunya memudahkan mereka berusaha tanpa harus berpikir masalah agunan yang biasanya banyak di lembaga pemodalan lain.

Untuk setiap akhir tahun juga ada sistem bagi hasil sehingga para nasabah di koperasi ini bisa melakukan peminjaman sekaligus menabung. Banyak hal positif sudah terasa dari berdirinya koperasi ini, salah satunya ialah semakin banyaknya anggota dari koperasi ini dan juga meningkatnya taraf hidup warga Malang dengan adanya koperasi ini. Dengan demikian apa yang di cita-cita kan Chandra Ekajaya dalam membantu sesama ini sudah terlaksana sedikit demi sedikit.

Iklan

Pengusaha Rafting Harap Untuk Berbenah

Akhir-akhir ini muncul berita mengejutkan karena terseretnya seorang WNA saat mengikuti arung jeram menjelajah Sungai Cisadane mendapatkan respon dan tanggapan dari Komisi IV DPRD. Mereka minta pengusaha pengelola atau operator arung jeram memperhatikan faktor keselamatan tamu atau konsumen, karena bila terjadinya lagi ada wisatawan yang meninggal karena terseret arus sungai Cisadane saat arung jeram, imbasnya citra wisata di Kabupaten Bogor akan tercoreng akibat hal semacam itu terjadi.

Pengusaha Rafting Harap Untuk Berbenah

“Pengelola atau operator jangan hanya memikirkan keuntungan saja, keselamatan tamu harus diutamakan, apalagi yang berstatus warga negara asing (WNA). Nah, kalau mereka yang tewas, gara-gara arung jeram, yang rugi bukan pengelola arung jeram saja, tapi Kabupaten Bogor kena dampaknya, karena akan kehilangan sumber pemasukan,” kata Anggota Komisi IV Habib Agil Alatas menaggapi kejadian tersebut.

Selain faktor keselamatan yang menjadi pertimbangan dan priortitas, politisi PPP yang tinggal di Cisarua ini meminta kepada pengusaha rafting khususnya bagian pengelola untuk tidak sembarang membuka dan mendirikan basecamp, karena hal tersebut akan merusak ekosistem sungai. “Pernyataan Pak Teuku iskandar, selaku ketua Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung – Cisadane tidak salah, karena kerusakan kawasan hulu di kedua sungai akan berdampak di daerah hilir, salah satunya banjir,” ungkapnya.

Pengusaha Rafting Harap Untuk Berbenah

Habib Agil pada kesempatan kali ini juga menghimbau kepada seluruh pengusaha serta operator arung jeram mengurus perizinan secara legal dan terdaftar. “Pokoknya jangan sampai ada pengelola yang usahanya tidak mengantongi izin, bukan hanya soal IMB, izin wisata, tapi harus dilengkapi dengan rekomendasi pemanfaatan sungai yang dikeluarkan BBWS CilCIS. Kan kalau semua izinnya lengkap berusaha pun jadi tenang, nah giliran tugasnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata melakukan pembinaan, jangan mau enaknya sajalah,” tegasnya.

Aktivitas arung jeram di Sungai Cisadane sebenarnya bukan baru satu dua tahun, tapi sudah berlangsung lama, sebelumnya pada tahun 2003 lalu, Kepala Divisi Komunikasi Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Reymond Van Beekum, kemudian tahun 2016 seorang PNS asal Sumedang pun meregang nyawa di sungai yang bermuara di Teluk Naga, Tangerang ini.

 

Chandra Ekajaya Gencar Promosi Investasi Kendal

Pemerintah Daerah, tepatnya pemerintah kabupaten Kendal saat ini sedang aktif-aktifnya mempromosikan wilayah kabupaten Kendal supaya dapat menarik para investor untuk berinvestasi di wilayah ini ujar Chandra Ekajaya. Dengan masuknya investasi, maka pembangunan akan lebih cepat dan manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat. Berbagai macam cara yang telah ditempuh, misalnya menghubungi beberapa pengusaha seperti Hary Tanoesoedibjo, Siswono Yudo Husodo, dan pengusaha yang lain untuk menyelenggarakan dialog ataupun temu nasional untuk membicarakan mengenai investasi nasional, khususnya di wilayah kabupaten ini.

Tujuannya adalah supaya para investor, baik nasional maupun internasional tertarik untuk berinvestasi. Selain itu pemerintah kabupaten juga kerap melakukan promosi. Hal ini dilakukan supaya tidak kalah dan tertinggal dengan wilayah lain. Karena banyak kabupaten atau daerah lain yang juga gencar mempromosikan wilayahnya untuk menarik para investor. Maka dari itu acara temu investor sangat penting dilaksanakan, mengingat komitmen pemerintahan presiden Joko Widodo adalah membangun infrastruktur yang maksimal dan optimal kepada masyarakat tukas Chandra Ekajaya.

Jambu Merah Chandra Ekajaya

Pemerintah kabupaten Kendal menyebutkan bahwa wilayah tersebut mempunyai banyak potensi yang bisa digarap. Dua diantaranya adalah potensi pertanian dan peternakan. Bila kedua hal tersebut bisa dimaksimalkan pemberdayaannya, maka negara ini tidak perlu khawatir akan kebutuhan daging ataupun sayur mayur. Ambil contoh saja di Daerah Khusus Ibukota Jakarta, kebutuhan dagingnya sangat tinggi. Jadi nantinya pemerintah kabupaten bisa bekerjasama dengan pemerintah daerah lain untuk penjualan komoditas pertanian dan peternakan. Salah satu pengusaha yang hadir pada temu investor kemarin adalah pengusaha Chandra Ekajaya.

Beliau mengatakan bahwa potensi lain dari kabupaten Kendal adalah jambu merah. Dengan potensi ini pemerintah daerah bisa bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan penghasil minuman, seperti sirup ataupun jus kemasan. Kemudian kelebihan dari kabupaten ini adalah kondisi politik dan ekonominya yang stabil. Tentu saja para investor ingin menginvestasikan uang ataupun asetnya ke wilayah yang stabil. Lalu Chandra Ekajaya menerangkan potensi yang lain, seperti bengkoang dan perkebunan. Desa wisata pun juga mulai digarap, sehingga nantinya mereka mempunyai obyek wisata unggulan.

Fashion Muslim Andalan Pengusaha Chandra Ekajaya

Hobi memang bisa mendatangkan kesuksesan, mungkin ungkapan ini yang cocok menggambarkan sosok pria kelahiran Malang Jawa Timur bernama Chandra Ekajaya. Melalui hobi fashion yang dimilikinya, sekarang dirinya menjadi dalah satu pengusaha baju muslim sukses di Indonesia.

Pada tahun 2009, Chandra Ekajaya membuka bisnis di dunia fashion muslim dengan membuka butik busana muslim bernama Chandra Fashion Muslim Inspire. Di dalam bisinis baju muslimnya ini, dirinya tak hanya membuat busana muslim sudah jadi dan siap pakai, namun ternyata dirinya juga membuat busana muslim terbatas atau dalam artian limited edition. Berbagai jenis model busana muslim menjadi andalan dirinya di dalam produk fashion nya, mulai dari jenis trendi bergaris rancang etnik kontemporer di butiknya, busana muslim produk miliknya bisa dibeli di berbagai pusat perbelanjaan karena sudah menjalin kerjasama dengan berbagai macam swalayan dan departement store.

Fashion Muslim Andalan Pengusaha Chandra Ekajaya

Setiap bulanya dari produksi busana muslimnya sekitar 200 potong. Sedangkan masalah desain baju muslim siap pakai, dirinya hanya membuat 30 potong baju untuk satu desain setiap jenis baju muslim. untuk Harga yang di banderol berkisar antara Rp 200.000 hingga Rp 2 juta berbeda utnuk setiap detail baju dan jenis. Berbeda dengan baju muslim siap pakai, harga busana muslim eksklusif atau limited edition sekitar Rp 1 juta-Rp 3 juta.

Kesuksesan yang sudah diraih saat ini merupakan buah dari hasil kerja keras dan keseriusannya menapaki karier di dunia fashion. Pengusaha sukses ini memfokuskan diri untuk mengembangkan binsnis fashion baju muslim untuk semakin bisa berkembang pesat. Walaupun dirinya menjalankan usaha di bidang fashion bisa dikatakan secara otodidak. Tidak ada passion atau pernah belajar mengenai fashion, semua itu murni karena keinginanya. Namun kejelian pengusaha Chandra Ekajaya memang tidak begitu saja dalam membuka bisnis. Sebelum dirinya menjalankan bisnis terlebih dahulu melakukan penelitian sebagai awal untuk memulai bisnis. Bisnis baju muslim ini dirasa sangat potensial di Indonesia. Indonesia sendiri merupakan negara dengan mayoritas penduduk Bergama Islam dan bahkan merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Sehingga pasar untuk baju muslim terbuka lebar dan memiliki pasar yang potensial.

Awal mula dirinya mendirikan bisnis dengan merogoh kocek sendiri sebesar Rp 4 juta untuk modal awal memulai usaha, tidak disangka bisnis busana muslim miliknya ternyata terus berkembang. Tak hanya ingin memperbesar pasar lokal, dirinya juga mulai merencanakan untuk melebarkan sayap bisnisnya ke luar negeri. Namun bukan hal mudah untuk mewujudkan hal tersebut, butuh kerja keras dan totalitas agar mampu menembus pasar asing.  Kini, bisnisnya sudah berkembang cukup pesat. Pengusaha  Chandra Ekajaya mengatakan, omzet usahanya sudah mencapai 20 kali lipat dari modal awalnya yang tadinya hanya RP 5 juta rupiah menjadi Rp 150 juta rupiah perbulan. Angka tersebut bisa dibilang fantastis untuk ukuran pebisnis muda yang bergerak di dunia fashion muslim. Tadinya hanya menerima pesanan dua busana muslim, saat ini produk Chandra Fashion Muslim Inspire sudah secara rutin memproduksi busana muslim. Setiap bulanya saja dari baju muslim siap pakai bisa memproduksi Sekitar 100 hingga 200 potong busana muslim. Harga jual busana muslim tersebut mulai dari Rp 200.000 hingga Rp 4 juta per potong baju sesuai dengan jenis pakaian.

Fashion Muslim Andalan Pengusaha Chandra Ekajaya

Pengusaha yang rendah hati dan tidak sombong ini mengungkapkan omzet penjualannya setiap bulan pada bisa saja melebihi dari ratusan juta rupiah, terlebih lagi jika dirinya bisa melebarkan sayap bisnisnya hingga menembus pasar asing bukan barang sulit untuk mendaptkan pendapatan hingga miliaran rupiah. Kesuksesan tersebut bukan berjalan mulus begitu saja, tetapi perjalanan usahanya sejak 6 tahun lalu mengalami pasang surut dalam berbisnis. Banyak rintangan dan hambatan yang dirinya hadapi. Mulai dari kendala penurunan penjualan. Tak hanya itu, untuk beberapa karyawan di tempat usahanya terkadang sulit diatur dan bekerja seenaknya sehingga memerlukan pengawasan yang lebih.

Hal lainya adalah ketika belum sempat memperbanyak busana muslim buatannya itu, tidak lama kemudian dirinya menemukan ada beberapa model baju yang mirip dengan miliknyadan hal tersebut bisa membuat nilai jual baju miliknya turun. Namun semua itu bisa dilewatinya, kesabaran dan kerjakeras menjadi salah satu kunci kesuksesan yang ditanamkan dalam jiwa pengusaha ini. Chandra Ekajaya hanya mengambil pelajaran dari hal semacam ini dengan berupaya lebih kreatif lagi membuat busana muslim yang baru dengan model yang baru juga.

Kreatifitas dan ide desain tidak akan muncul begitu saja, perlu pemikiran kreatif dan pastinya ide. Untuk memunculkan ide diperlukan kesabaran dan referensi. Agar kreativitasnya terus terasah dan mendapatkan ide-ide segar untuk model baju muslim miliknya, pengusaha baju muslim ini kerap berpergian ke luar kota, bahkan ke luar negeri. Tujuannya mencari inspirasi rancangan busana dari berbagai tempat berbeda. Karena setiap daerah dan negara pasti memiliki keunikan tersendiri. Bisa jadi antara satu dengan lainya memiliki perbedaan dan ternyata dari situlah muncul ide untuk bisa mengkombinasikan hal semacam itu. Salah satu contohnya adalah Dengan menggabungkan dua budaya antara Indonesia dan Latin, Najua mengombinasikan batik dan tenun ikat dipadu dengan gaya Mexican coyoacan yang berwarna gelap. Cayenne red, turqouis, hijau tua, dan hitam dijadikan sebagai ornamen. Ide ini muncul ketika dirinya sedang berjalan-jalan di daerah amerika latin dan mengunjungi meksiko. Dirinya diberi kain khas mexico kemudian terpikir untuk mengkombinasikan kain tersebut di dalam model baju muslim.

Memang, inspirasi model busana muslimnya banyak diperoleh dari kekayaan budaya bangsa lain dan dari Indonesia. Namun, secara garis besar mdoel rancang produk baju muslim milik Chandra Ekajaya menciptakan busana muslim bergaya etnik kontemporer. Aksesori-aksesori berupa kalung dan gelang etnik kerap memperkaya dan mempertegas rancangannya. Untuk segmen pria dan wanita pun semakin menarik dengan perpaduan berbagai macam aksen dan motif. Saat ini busana muslim menjadi trend di Indonesia, baju muslim tidak hanya rancangan model biasa saja dan digunakan untuk acara keagamaan. Baju muslim digunakan sebagai baju fashion mulai dari berpergian, kondangan dan acara resmi lainya. Karena hal inilah saat ini para pengusaha baju fashion muslim mulai berlomba-lomba untuk membuat baju muslim yang fashionable bukan saja cocok untuk beribadah namun juga cocok untuk bergaya dan fashion.

Kedepanya Chandra Ekajaya berniat untuk mengembangkan bisnis baju muslim miliknya merambah pasar asing. Ada beberapa negara dengan dominasi muslim menjadi tujuan dirinya untuk masuk. Mulai dari Malaysia, Singapura, dan kawasan Timur Tengah serta beberapa negara Eropa. Niatan ini bukan hanya niatan semata, sudah beberapa kali dirinya bertemu dengan pengusaha fashion di negara tersebut untuk membicarakan kemungkinan ini. Ternyata menurut pengusaha sukses ini, mereka menyambut dengan positif niatan tersebut dan ada beberapa perusahaan yang sudah siap untuk menjalin kerjasama tersebut dan menjadi salah satu rekan bisnis.