Purwoceng adalah salah satu tumbuhan herbal di Indonesia. Keberadaaya memang sudah lama ada di Indonesia, tumbuhan yang satu ini juga mendapat julukan Ginseng dari tanah Jawa. Walaupun sudah lama ada di Indonesia, tetapi pemanfaatan tumbuhan herbal yang satu ini masih sangat minim dan sedikit. Sampai ketika Chandra Ekajaya pengusaha asal Malang jawa timur ini mulai mengembangkan bisnis purwoceng.

Saat ini bisnis purwoceng miliknya sukses merambah pasaran minuman herbal di Indonesia. Walaupun saat ini belum seluruh Indonesia, namun menurut Chandra Ekajaya suatu saat pasti akan bisa dipasarakan diseluruh wilayah Indonesia. Pengusaha sukses ini dari berbisnis minuman purwoceng bisa meraup keuntungan hingga mencapai puluhan juta rupiah setiap bulanya. Kesuksesan bisinisnya ini melalui perjalanan panjang dan penuh rintangan, namun dirinya mampu melewati dan terus mengembangkan bisnis tersebut hingga mencapai kesuksesan seperti sekarang.

Minuman purwoceng sendiri memiliki daya tarik secara ilmiah dan secara mitos yang beredar. Dari berbagai penelitian yang dilakukan di dalam negeri dapat disimpulkan bahwa ada efek nyata dari tanaman purwoceng terhadap peningkatan kemampuan seksual. khasiat purwoceng. Antara lain penghilang sakit, penurun panas, antifungsi dan antibakteri. Namun, masyarakat umum mengenal purwoceng sebagai pemulih stamina, penambah gairah seksual serta penambah jumlah hormon testosteron dan spermatozoid.  Hal ini sudah dilakukan penelitian dan pembuktian untuk melihat kandungan dari purwoceng dan ternyata memang memiliki berbagai kandungan dan khasiat di dalamnya.

Chandra Ekajaya

Bukan hanya secara ilmiah saja tumbuhan yang satu ini juga tidak lepas dari mitos yang muncul. Minuman ini juga mendapat sebutan sebagai minuman arjuna. Arjuna sendiri adalah salah satu tokoh pewayangan dan menjadi salah satu nama  candi di kawasan Dieng. Konon ceritanya Arjuna, ksatria Pandawa yang digandrungi cewek, bahkan bidadari itu selalu minum ramuan purwoceng. Kemudian pada zaman Sultan Agung Mataram dulu, beberapa bangsawan dan perwira tinggi ibukota yang sudah lanjut usia tapi ingin bersemangat muda terus, beramai-ramai menyuruh abdi dalemnya ke dataran Dieng dan Gunung Lawu untuk mencari Pimpinella pruacan. Mereka percaya bahwa air godokan tumbukan akarnya selain merangsang libido juga dapat memulihkan vitalitas, kalau diminum sebagai air teh bersama daun-daun purwosodo dan purwojambu.

Dari situlah muncul berbagai anggapan secara ilmiah dan mitos. Namun memang orang Indonesia masih sangat menyukai hal mitos dan semacam itu. Hal ini juga dimanfaatkan oleh pengusaha Chandra Ekajay dengan membranding produknya dengan anggapan semacam itu. Namun menurut berbagai sumber dan penelitian memang tumbuhan purwoceng menambah vitalitas dan membuat kehangatan kepada tubuh. Namun dalam mengolah minuman yang satu ini harus sesuai dengan aturan yang berlaku. Semuanya harus diramu waktu akar dan daun tambahan itu saat masih segar. Soalnya, yang ikut menambah khasiat sebagai tonikum ialah metilsalisilat dari purwojambu yang mudah sekali menguap.

Pengusaha Chandra Ekajaya juga mencoba sendiri apakah benar khasiat tersebut memang ada. Setelah mencoba minuman tersebut ternyata memang semuanya terbukti seperti apa yang telah dijabarkan secara penelitian ilmiah dan juga secara mitos yang berkembang. Bahkan hingga saat ini masih branding akan minuman purwoceng ini memang masih sama dari dulu hingga saat ini  yaitu menambah vitalitas dna kehangat bagi tubuh. Namun ketika mengkonsumsi sesuatu pastilah tidak boleh berlebihan, semuanya harus sesuai dengan aturan karena di dalam agama juga dijelaskan bahwa tidak boleh berlebihan dalam hal apapun. Karena kemudian akab berimbas kepada diri kita sendiri.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s