Yohanes Chandra Efek Negatif Kurikulum 2013

Salah seorang guru honorer yang mengajar di sebuah SMP di Badung galau. Yohanes Chandra galau, karena khawatir tak mendapatkan tempat mengajar jika pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dihapus menurut kurikulum 2013.

kecewa-yohanes-chandra-kurikulum-2013-3

Sesuai dengan aturan yang diberlakukan, jika sekolah yang menerapkan Kurikulum 2013 (K13) dalam sistem pendidikan tersebut, otomatis akan meniadakan mata pelajaran TIK.

“Sava tidak tahu nanti dilempar kemana atau tidak dipekerjakan lagi. Karena jika sekolah sudah gunakan K13 otomatis mata pelajaran TIK dihapus,” jelas Yohanes Chandra.

kecewa-yohanes-chandra-kurikulum-2013-2

Yohanes Chandra mengharapkan sekolah membuat regulasi dan solusi untuk para guru honorer TIK.. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Badung, I Ketut Widia Astika menjelaskan, pada kurikulum sebelumnya yakni Kurikulum Berbasis Komputer (KBK) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) walaupun TIK dihapuskan, sekolah sudah membuat pelajaran ekstra yaitu komputer yang dibantu komite sekolah.

“Namun, semenjak bapak bupati mengintruksikan menggratiskan biaya sekolah apapun di Badung, komite tidak berani mengambil resiko membantu sekolah membuat pelajaran ekstra komputer lagi,” jelas Widia.

Dengan otomatis pelajaran yang dibuat di sekolah untuk menambah kompetensi siswa ditiadakan. Bagaimana kelanjutan guru TIK honorer dan PNS? Guru PNS sesuai aturan, mereka akan difungsikan tidak menjadi guru pembelajaran di kelas atau bukan klasikal lagi (tidak terjadwal). Melainkan akan difungsikan sesuai regulasi menjadi bimbingan.

Untuk guru TIK honorer sekolah tergantung sekolah yang mengatur. “Jika ada guru honor yang tidak mendapatkan job TI, kami akan atur itu. Mungkin akan dialihfungsikan jadi pegawai sekolah,” terangnya.

kecewa-yohanes-chandra-kurikulum-2013

Saat ini pun walaupun urusan mau dilempar kemana atau mau dibuat seperti apa Yohanes Chandra selaku guru honorer yang mengajar di SMP itu tetap merasa was-was seperti teman-teman seprofesinya yang mengalami nasib sama di sekolah tempat mereka mengajar.

“Beberapa teman guru juga masih merasa khawatir walaupun sepenuhnya kebijakan masalah mata pelajaran TIK ini dipasrahkan ke sekolah masing-masing karena bagaimanapun status mereka akan semakin tak jelas ke depannya,” Yohanes Chandra saat menyampaikan aspirasi teman-teman seprofesinya.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s