Yohanes Chandra Ekajaya pengusaha dan pebisnis sukses muda Indonesia yang sudah sangat paham akan siklus ekonomi yang ada di Indonesia. Hal ini wajar karena Yohanes Chandra Ekajaya adalah seorang pebisnis dan pengusaha yang harus bisa mengantisipasi bagaimana ekonomi yang lesu itu tidak mengganggu kegiatan usahanya apalagi jika ekonomi naik turun.

Lamanya siklus naik turun ini juga tidak pasti dan sulit di prediksi, bisa saja kondisi ekonomi suatu negara mengalami penurunan selama beberapa tahun untuk kemudian bangkit lagi dan sebaliknya.

Contoh seperti yang terjadi di Indonesia adalah meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi yang terjadi pada 2010-2012 yang relatif cukup tinggi dan pada 2013 hingga sekarang cukup melambat hal semacam ini menjadi sangat wajar bagi para pengusaha dan investor khususunya. Tentu saja efek dari lesunya ekonomi ini tidak hanya berdampak pada sektor riil, tapi juga pada investor

yohanes-chandra-ekajaya-siasat-ekonomi

Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat diambil ketika ekonomi lesu menurut Yohanes Chandra Ekajaya.

1.Investasi pada sektor bisnis yang tepat

Dalam setiap siklus ekonomi, terdapat sektor yang sedang mengalami puncak maupun penurunan, dan ada juga yang relatif stabil. Bila pada masa pertumbuhan ekonomi tinggi beberapa tahun lalu yang didominasi oleh tingginya harga komoditas, maka Anda dapat berinvestasi pada saham berbasis komoditas. Sementara pada saat ekonomi lesu, perhatikanlah sektor yang masih dapat bertumbuh. Dengan demikian, Anda tetap dapat menaruh dana di tempat yang tepat dan memberikan hasil yang relatif lebih baik dibanding dengan sektor lain

yohanes-chandra-ekajaya-siasat-investor-saat-ekonomi-lesu

  1. Diversifikasi

Meminimalisir asset dengan melakukan diversifikasi atau penyebaran asset. Dengan harapan ketika asset yang satu mengalami penurunan masih ada asset yang lain mengalami kenaikan. Diversifikasi dilandasi dengan pertimbangan bahwa sebaik apapun Anda melakukan analisis dan penghitungan, masih ada kemungkinan dan risiko untuk salah. Sehingga diperlukan diversifikasi untuk mengurangi risiko tersebut.

  1. Investasi pada sektor yang permintaannya stabil

Mencari sector yang tetap bertumbuh, juga dapat berinvestasi dengan lebih aman dan nyaman serta relative stabil. Walaupun tidak seramai setiap harinya namun paling tidak relative lebih stabil dibandingkan dengan sector lain dan harus menanggung resiko yang besar.

  1. Sabar dan Tenang

Karakter inilah yang sangat diperluka oleh seorang pengusaha dan investor. Hal non teknis ini dipelrukan untuk menjadikan pengusaha dan investor yang baik. Tentu saja karakter ini juga diperlukan dalam kondisi ekonomi yang baik, namun lebih dibutuhkan lagi dalam kondisi ekonomi yang lesu.

Di mana pada kondisi ini, pesimisme dan kekhawatiran lebih mudah untuk muncul. Sehingga diperlukan kesabaran dalam menunggu kenaikan nilai aset dan juga ketenangan dalam mencermati berita dan data yang ada.

Yohanes Chandra Ekajaya memberikan nasihat bahwa perekonomian yang lesu mau tidka mau harus dihadapi dan tidak dapat dihindari. Dan kemampuan pengusaha atau investor akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan menangani hal semacam itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s