Kutukan merupakan suatu keinginan yang mengeskpresikan beberapa bentuk kesengsaraan atau kemalangan yang akan menimpa atau jatuh ke beberapa entitas lain (orang, tempat, atau benda). Secara khusus, “kutukan” mungkin merujuk pada keinginan yang merugikan atau rasa sakit yang akan ditimbulkan oleh kekuatan supernatural, seperti mantra, doa, kutukan, rasa benei, sihir, santet, kekuatan alam, atau roh.

Dalam sebuah artikel yang dirtulis oleh Yohanes Chandra Ekajaya banyak sistem kepercayaan, kutukan itu sendiri (atau ritual yang menyertainya) dianggap memiliki beberapa kekuatan hasil penyebab. Kutukan merupakan salah satu hasil dari peradaban manusia. Selama ribuan tahun, terdapat orang-orang yang berharap kemalangan menimpa musuh atau lawannya. Biasanya, mereka melibatkan kekuatan gaib untuk melancarkan maksudnya itu.

“Sejumlah hal pun ada yang dianggap menyimpan kutukan dari sang pemilik” kata Yohanes Chandra Ekajaya, tak terkecuali benda-benda. Berikut empat kutukan misterius yang terdapat di benda kuno seperti dikutip dari Listverse:

  1. Kutukan Raja Casimir IV

Beberapa hari setelah membuka makam Raja Casimir IV Jagiellon pada 1973, empat dari 12 arkeolog meninggal. Dalam beberapa tahun berikutnya, beberapa orang yang terlibat dalam proyek itu meninggal akibat kanker dan penyakit latai lannya. Secara keseluruhan, tidak kurang 15 orang yang bekerja dengan peninggalan mantan penguasa Italia itu meninggal. Lahir pada 1427, pemerintahan Casimir mengalahkan Ordo Teutonik, mendapatkan kembali Pomerania, dan membuat keluarganya menjadi salah satu dinasti terkemuka Eropa.

yohanes-chandra-ekajaya-kutukan

Ketika Casimir meninggal pada 1492, jasadnya terurai dengan eepat akibat cuaca buruk. Pcmbalsam dengan segera menutup peti mati dengan resin, dan tanpa disadari mcnciptakan bom patogen. “Kutukan” itu sebenarnya berasal dari Aspcrgillusflavus, jamur mematikan yang dapat ditemukan di mayat dan makam kuno. Jamur itu menyerang segala sesuatu di sekitarnya ketika peti kayu dibuka. Jamur yang sama juga menjadi penyebab “kutukan” Raja Tutankhamun yang menewaskan beberapa ahli Mesir Kuno.

yohanes-chandra-ekajaya-kutukan-kutukan-misterius-pada-benda-kuno

  1. Kutukan Sumur Santa Anna

Pada 2016, arkeolog menemukan sebuah sumur kuno yang diduga mengandung kutukan di dekat Liverpool, Inggris. Kultus Santa Anna pernah tersebar luas di Inggris pada Abad Pertengahan. Ibu dari Maria itu sering dikaitkan dengan sumur penyembuhan. Konon, Anna mandi di sumur tersebut yang dikenal dapat mengobati penyakit kulit dan mata. Selama berabad-abad, sebuah biara di dekatnya merawat sumur tersebut. Pada Abad ke-16, sengketa mengemuka atas akses ke sumur. Biara Father Delwaney dan tetangga pemilik tanah, Hugh Darcy, saling mengklaim kepemilikan tersebut.

yohanes-chandra-ekajaya-musem

Darcy memprediski bahwa Delwaney tidak akan memiliki akses lebih lama lagi. Dua hari kemudian, utusan Raja Henry VIII menyita biara dan sumur tersebut. Delwaney pun mengutuk Darcy, di mana menurut legenda, anak Darcy meninggal karena penyakit misterius dan Darcy mengalami kerugian besar. Setahun kemudian, ia ditemukan di dasar sumur dengan kepala hancur.

  1. Kutukan persaingan dagang

Pada tahun 2003, arkeolog membongkar jasad perempuan Athena kuno yang dikremasi bersama dengan lima tablet berisi kutukan. Tertanggal pada Abad ke-5 SM, kutukan tersebut ditujukan kepada sejumlah pemilik kedai, sehingga arkeolog mencurigai persaingan perdagangan menjadi motifnya. Berdasarkan tradisi Yunani, tablet kutukan harus disimpan di bawah tanah. Perempuan yang dikremasi itu diduga merupakan orang yang menulis tablet kutukan tersebut.

Diyakini, kuburan seseorang akan menjadi perantara bagi tablet kutukan tersebut untuk mencapai dewa dunia bawah, yang konon akan melaksanakan teluh tersebut, demikianmenurut kepercayaan kuno Yunani. Bahasa mengagumkan dari kutukan tersebut menunjukkan pembuatan yang profesional. Kutukan tersebut meminta kepada para dewa dunia bawah atau chtho-nic seperti Hekatc, Artemis, dan Hermes untuk melanjutkan kutukan pada sasarannya.

Satu dari kelima tablet kosong. Diduga mantera kutukan dirapalkan secara lisan, bukan dituliskan di atasnya.

  1. Jejak Kemalangan Harta Croesus

Pada 1965. penduduk desa menemukan sebuah makam di Turki barat. Sebanyak 363 objek perak dan emas ditemukan di makam tersebut dan dijuluki Harta Croesus. Tidak lama setelah penemuan itu, terjadi sejumlah kemalangan, di mana hal tersebut membuat banyak orang meyakini bahwa harta tersebut terkutuk. Salah satu pencuri harta di makam itu kehilangan tiga anaknya dan pelaku lainnya lumpuh.

Sementara itu pencuri ketiga mengalami perceraian dan anak laki-lakinya memutuskan untuk bunuh diri. Pelaku terakhir menjadi gila dan selama bertahun-tahun memberi tahu orang-or-ang tentang 40 tong emas yang disembunyikannya.

Metropolitan Museum of Art (Mct) di New York membeli harta tersebut. Pada 1987, tiga hari sebelum Mct berhak memiliki harta tersebut. Pemerintah Turki mengambil sejumlah langkah untuk mendapatkan kembali harta karun itu. Setelah melalui ranah hukum selama enam tahun, Mct mengakui bahwa mereka mengetahui harta itu merupakan curian. Harta Croesus itu pun dikembalikan ke Turki.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s