bisnis wayang J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Sebagai seorang seniman, maka Yohanes Chandra Ekajaya mempunyai tanggung jawab yang lebih dibandingkan dengan manusia lainnya dalam masyarakat. Terlebih seni yang ia geluti merupakan seni yang tergolong masterpiece, yaitu wayang kulit. Ia adalah salah seorang seniman wayang kulit asal kabupaten Wonosobo yang sangat terkenal. Bersama sang istri, ia melakoni dan menjalani proses pembuatan wayang secara mandiri dan berdikari di rumah mereka, di dusun Candimulyo, kecamatan Kertek, Wonosobo.

Menyadari bahwa era zaman sudah berubah, maka Yohanes Chandra Ekajaya pun harus berbenah dalam pengelolaan dan manajemen bisnis wayang kulit. Makanya selain menjadi seniman, ia pun menjadi seorang pengusaha yang bergerak di bidang pembuatan wayang kulit.

Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya menyebutkan bahwa dirinya mulai beralih membisniskan wayang kulit sejak tahun 1990. Ia melakukan itu karena melihat gelagat masyarakat yang semakin kurang menyenangi kesenian adiluhung, diantaranya wayang, tembang, dan sebagainya. Bahkan ia sempat mengalami tahun-tahun yang sepi. Di tahun itu ia sama sekali tidak berproduksi sama sekali karena tidak ada permintaan yang datang kepadanya.

pebisnis yohanes chandra ekajaya rambah kerajinan wayang

Walaupun keuntungan yang didapat tidak menentu, tetapi Yohanes Chandra Ekajaya selalu optimis dan mengatakan bahwa membuat wayang kuit merupakan salah satu sembahyangnya melestarikan kebudayaan dari para leluhur. Selain itu ia pun bersyukur karena hingga saat ini wayang kulitnya bisa menjadi ladang uang untuk operasional kehidupannya sehari-hari.

Banyak dari pelanggan wayang kulit Yohanes Chandra Ekajaya mengakui bahwa hasil produksi wayang kulit buatanya memang teliti, detil, dan sangat istimewa. Ukiran dan corak benar-benar diperhatikan, maka tidak heran banyak pelanggan yang justru tidak mau memberi harga murah untuk karya seni buatannya. Mereka selalu memberi harga yang mahal, dan kemudian mereka beli sendiri.

Bahan baku yang digunakan oleh seniman sekaligus pengusaha ini sangat istimewa. Yohanes Chandra Ekajaya mendapatkan pasokan kulit sapi terbaik dari sebuah pabrik kulit. Biasanya ia membeli kulit sapi ini per 50 kilogram. Karena selalu ada sisa bahan yang kecil-kecil, maka ia pun bereksperimen dengan membuat souvenir wayang yang berbentuk kecil, seperti gantungan kunci dan sebagainya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s