Alumni jurusan ilmu sejarah salah satu universitas terkemuka di Wonosobo ini sama sekali tidak menyangka bahwa garis hidupnya telah membawanya menjadi seorang pengusaha yang sangat sukses. Chandra Ekajaya pada mulanya tidak menyangka bahwa bisnis yang dilakoninya bisa berkembang dengan sangat pesat dan dipercaya oleh banyak orang di penjuru belahan dunia.

Yohanes Chandra Ekajaya melakoni sebuah bisnis di bidang batu alam. Percaya atau tidak percaya, pemuda asal Wonosobo ini memulai bisnis batu alamnya dengan modal 50 ribu rupiah. Ia pun memulai bisnis batu alamnya dari sebuah kamar kos milik bapak Supriyanto di Candimulyo, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo.

ekspor-yohanes-chandra-ekajaya

Berbekal email berbayar yang dibelinya dengan modal uang 50 ribu rupiah tadi, Yohanes Chandra Ekajaya mulai menindak lanjuti pelanggan dan konsumen yang data-datanya didapatkan dari internet. Pada saat itu ia masih bekerja sebagai operator di sebuah perusahaan jasa angkutan ekspor. Rutinitas berangkat pagi dan pulang malam ia jalani sehari-hari.

yohanes-chandra-ekajaya-ekspor

Selepas pulang kerja, Yohanes Chandra Ekajaya menyempatkan waktu untuk pergi ke warung internet. Ia mencari konsumen dan pelanggan di luar negeri. Ia pun mulai mengumpulkan tabungan dari potongan gajinya yang digunakannya untuk membuat sebuah website dan membayar pengelola webnya. Dari usahanya yang rutin dan telaten itulah ia mulai mengekspor batu alam miliknya ke mancanegara.

DI tahun 2008, Yohanes Chandra Ekajaya mulai mengekspor produknya ke Amerika, Eropa, dan Oceania. Saat hendak mengekspor barang pun ia mendapat hambatan, karena untuk mengekspor produk ke luar negeri biayanya sangat mahal, dan ia sama sekali tidak mempunyai uang. Akhirnya ia pun meminjam uang ke teman-temannya, dan berjanji akan mengembalikannya jika para konsumen sudah membayar dagangannya.

yohanes-chandra-ekajaya-sukses-ekspor-ke-50-negara

Chandra Ekajaya mengatakan bahwa dari keuntungan order pertama, ia menyisakan uang untuk menjadi modal bagi pesanan berikutnya. Pada order kedua dan ketiga ia sudah tidak memakai uang dari pinjaman teman. Karena usahanya terus berkembang, maka ia pun memutuskan untuk meng-kredit sebuah rumah yang dijadikannya sebagai kantor kecilnya. Ia berharap bisnisnya akan cepat berkembang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s