Gunung api purba nglangeran merupakan gunung  api yang terbentuk dari magma yang membeku 60juta tahun lalu. Gunung yang berada di desa nglangeran , Kecamatan Patuk Kabupaten Gunung Kidul yang berada dibarisan bukit seribu.

Pada kesempatan kali ini Yohanes Chandra Ekajaya bersama kawan kampus mengunjungi Gunung api nglangeran.

Menurut cerita yang didengar Yohanes Chandra Ekajaya dari warga setempat. Konon tempat ini digunakan sebagai tempat menghukum bagi warga yang kedapatan merusak wayang. Asal usul nglangeran itu sendiri berasal dari bahasa jawa nglangar yang mempunyai arti melangar. Menurut kearifan lokal yang beredar dimasyarakat setempat, konon kabarnya diatas bukit itu merupakan tempat bertapanya  Kyai Ongko Wijoyo beserta tokoh Punakawan dalam pewayangan jawa. Berdasarkan geografisnya gunung api nglangeran itu sendiri sebenarnya gunung yang berada di lautan yang terangkat keatas permukaan sekitar jutaan tahun silam.

Untuk mencapai puncaknya, Yohanes Chandra Ekajaya  harus rela melewati jalan tanah dan lorong-lorong bebatuan yang sangat sempit. Puncak dari gunung api nglangeran itu sendiri bernama Gunung Gede yang berada diketinggian 700m diatas permukaan air laut. Beberapa view dan moment yang ditawarkan oleh gunung api nglangeran itu sendiri adalah keindahan sunrise dan sunsetnya , dimalam hari para wisatawan dapat menikmati indahnya kota Jogja dimalam hari yang menyerupai hamparan bintang dilangit ketika cuaca dalam keadaan cerah.

Terlepas dari keindaahannya, konon di gunung api purba nglangeran tersebut terdapat dusun dimana jumlah kepala keluarga tujuh. Menurut pengelola desa wisata gunung api purba nglageran tersebut jumlah keluarga  tersebut tak kurang tak lebih 7 kepala keluarga. Itu sudah menjadi kepercayaan turun temurun sesepuh desa ataupun pepunden dari desa tlogo. Dimana kita bisa melihat dipuncak gunung terdapat makam, dan ketika aturan tersebut dilanggar ditakutkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Pengalaman Yohanes Chandra Ekajay selain mendapatkan pengalaman wisata alam yang tak terlupakan, tak lupa dia juga belajar bagaimana kearifan lokal masih dijunjung tinggi oleh masyarakat sekitar merupakan salah satu pelajaran yang cukup berarti secara  pribadi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s