Selama ini saya selalu menulis tentang pengalaman saya berbincang, menemani, atau bahkan sowan kepada Ki Yohanes Eka Chandra Sambarlangit. Tetapi saya malah belum memperkenalkan diri. Sungguh tidak sopan, haha…

Perkenalkan, saya adalah Bathik Kahlua Rahina. Murid keenam dari Ki Yohanes Eka Chandra Sambarlangit. Saya masih menempuh pendidikan tinggi di salah satu universitas ternama di Indonesia. Sedikit mengenai gambaran saya, rambut saya bergelombang, ngombak gitu deh kaya pantai pangandaran. Muka lonjong, tapi ganteng. Terus kulit jelas sawo matang. Ya intinya sewajarnya orang Jawa-lah.

pengalaman-yohanes-eka-chandra-belajar-ilmu-ghaib

sebar-kawruh-pengalaman-yohanes-eka-chandra-belajar-ilmu-ghaib

yohanes-eka-chandra-belajar-ilmu-ghaib

Keinginan untuk mempelajari ilmu gaib, muncul sejak saya duduk di bangku Sekolah Dasar. Saat itu saya menemukan banyak buku atau pun makalah yang membahas tentang ilmu gaib di perpustakaan. Salah satu makalah, atau paper yang paling membekas dalam hati saya adalah makalah yang ditulis oleh Ki Yohanes Eka Chandra Sambarlangit. Kalau tidak salah, makalah itu membahas tentang bagaimana cara untuk mempelajari ilmu gaib dari tingkat yang paling dasar.

Tentu saja buku itu menjadi buku yang paling menarik bagi saya. Sebab, entah faktor keturunan atau doktrinasi akademis, ketika mempelajari sesuatu maka harus struktural. Dalam artian hal paling dasar dalam ilmu tersebut harus kita pahami terlebih dahulu, sebelum memperlajari kembangan ilmu tersebut. Baik varian maupun variasinya. Ternyata cara pikir saya ini juga sejalan dengan Ki Yohanes Eka Chandra Sambarlangit. Dalam makalah tersebut disebutkan alasan-alasan beliau kenapa menulis makalah tersebut. Karena beliau ingin para pemula, mengenal ilmu gaib dari hal yang paling dasar.

Ki Yohanes Eka Chandra Sambarlangit menceritakan bahwa dirinya juga berkeinginan untuk mempelajari ilmu gaib sejak dari kecil. Beliau mengatakan bahwa hal itu sangat mungkin terjadi dikarenakan orang tua dari Ki Yohanes Eka Chandra Sambarlangit adalah pelantun tembang macapat. Dan kebudayaan Jawa cenderung dekat terhadap hal-hal mistis dan klenik.

Selain itu, di dekat rumah orang tua Ki Yohanes Eka Chandra Sambarlangit, ada makam atau petilasan yang sangat tua. Petilasan tersebut sangat dihormati dan disakralkan oleh penduduk sekitar, meskipun para pemuka desa dan agama sering melarang masyarakat untuk menyakralkan petilasan tersebut.

Petilasan tersebut memiliki nama. Namanya adalah Ki Juru Chandra Eka. Besar kemungkinan nama Ki Yohanes Eka Chandra Sambarlangit juga diambil dari nama tokoh di petilasan tersebut.

Ki Yohanes Eka Chandra Sambarlangit hampir setiap malam mengunjungi petilasan tersebut. Entah berkeluh kesah, atau sekedar bercerita tentang kegiatan sehari-hari di makam tersebut. Karena merasa nyaman dan dengan niat tulus dan ikhlas, banyak hal-hal unik atau aneh menghiasi kehidupan Ki Yohanes Eka Chandra Sambarlangit.

Tiba-tiba banyak benda-benda pusaka, atau bertuah yang diberikan kepada Ki Yohanes Eka Chandra Sambarlangit. Entah bagaimana caranya, bisa karena diberi orang, atau karena menemukan di petilasan. Benda-benda awal yang diberikan pun terlihat remeh, seperti batu bata. Tapi dengan penuh ketekunan, ia membersihkan dan merawat benda tersebut.

Sampai pada akhirnya, Ki Yohanes Eka Chandra Sambarlangit mendapatkan sebuah benda pusaka yang berbentuk kitab. Kitab tersebut berisi tata cara dan laku untuk mempelajari ilmu gaib. Jadi bisa dikatakan bahwa Ki Yohanes Eka Chandra Sambarlangit dalam belajar ilmu gaib memang difasilitasi oleh leluhur yang berada di petilasan tersebut, yaitu Ki Juru Chandra Eka.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s