Gathering with Yohanes Eka Chandra: Menjadi Puitis dan Romantis

 

Gathering with Yohanes Eka Chandra: Menjadi Puitis dan Romantis

Tentu, hampir semua pembaca sastra di Indonesia mengenal sosok penyair satu ini. Seorang penyair muda Indonesia yang telah memiliki dua buku puisi berjudul “Hujan di Tepi Sungai Nil”, dan “Cinta dan Secangkir Kopi untuk Monica” ini baru saja berbagi resep menulis puisi cinta. Ya, dialah Yohanes Eka Chandra.

Acara bertajuk “Gathering with Yohanes Eka Chandra: Menjadi Puitis dan Romantis” ini dibuka langsung dengan penampilan band jazz bernama  Cecilia and Huskyband, dimana para peserta langsung disuguhkan sebuah aransemen jazz yang renyah dan sebuah lagu karya The Beatles berjudul Strawberry Fields Forever.

Gathering with Yohanes Eka Chandra ini merupakan acara rutinan Komunitas Kampung Kata yang diketuai oleh Dwika Budi.

“Program gathering merupakan agenda rutinan yang diselenggarakan oleh KKK sebagai upaya mengenalkan kepada masyarakat, tentang puisi itu sendiri. Kemudian kami pun menyepakati dan akhirnya terselenggara juga dengan menghadirkan seorang penyair muda berbakat yaitu Yohanes Eka Chandra,” jelas Dwika Budi saat diwawancarai.

Yohanes Eka Chandra juga menanggapi bahwa acara tersebut sangatlah penting diselenggarkaan untuk menarik minat para penulis muda yang ada di daerah-daerah.

“Saya kira, acara dengan kemasan  populer memang harus selalu diselenggarakan untuk memacu dan memotivasi para penulis muda yang ada di daerah-daerah.” ujar penyair Yohanes Eka Chandra.

Dalam gathering tersebut, rangkaian acara yang disajikan adalah berbagi tips dan trik yang tentunya masih seputar menulis kreatif puisi. Yohanes Eka Chandra memberikan tips untuk menulis puisi secara sederhana dan mudah.

“Sebelum menulis puisi, yang perlu ditekankan adalah bagaimana membuat kehidupan yang kalian jalani dan dianggap sangat biasa menjadi lebih puitis dan romant,” ujar Yohanes Eka Chandra.

Kemudian, Yohanes Eka Chandra langsung memberikan materi dengan membaca, melihat, dan mendengar. Ketiga materi yang juga merupakan metode dalam menulis puisi tersebut sangatlah menarik para peserta untuk aktif melakukan sharing.

Dalam sesi tersebut, para peserta diajak untuk membaca hal-hal menarik yang berada di dalam koran, kemudian peserta diajak menonton film dokumenter, kemudian  siswa diajak untuk mendengarkan musik jazz, hingga pada sesi terakhir adalah mengajak peserta untuk melakukan kegiatan menulis. Selepas karya mereka jadi, Yohanes Eka Chandra melakukan tahap evaluasi mengenai puisi-puisi yang sudah dibuat oleh para peserta.

“Sebenarnya saya hanya mengajak mereka memahami ketiga metode tersebut, dimana ketiga metode tersebut dirasa cocok untuk digunakan dalam menulis puisi secara menyenangkan.” ujar Yohanes Eka Chandra

Setelah pemberian materi selesai, Yohanes Eka Chandra dan para peserta diajak untuk melakukan seuah sesi outing dengan cara memproduksi karya yang dilakukan di luar ruangan gathering.

“Sangat menginspirasi sekali, belajar menulis puisi  bersama Yohanes Eka Chandra sangatlah menarik dan menggembirakan. Menulis ternyata bukan hantu yah, ungkap Lida pelajar yang mengaku kesulitan dalam menulis kreatif.

Ketua panitia, Aji berpendapat bahwa dengan diadakannya Gathering with Yohanes Eka Chandra: Menjadi Puitis dan Romantis ini diangkat menjadi tema utama karena sangat sesuai dengan dinamika anak muda hari ini.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s