Ajarkan Bisnis Kepada Generasi Pengusaha Muda

Setiap langkah yang kita jalani adalah sebuah refleksi dari tindakan yang kita lakukan sebelumnya. Ketika kita bisa berjalan dengan baik makan goal yang akan dituju akan cepat tercapai dan pastinya sesuai dengan apa yang kita inginkan. Sama halnya dengan bisnis, bagi pengusaha muda yang baru akan memulai bisnis, pengusaha senior menjadi bahan teladan bagi dirinya untuk meniru atau menjadi inspirasi dalam berbisnis. Namun terkadang banyak pengusaha senior yang lebih baik diam dan tidak mau menularkan pengalaman dalam berbisnis kepada para generasi pengusaha muda untuk bisa mengembangkan bisnis.

Ajarkan Bisnis Kepada Generasi Pengusaha Muda

Berbeda dengan Chandra Ekajaya, pengusaha sukses yang satu ini selalu menekankan bahwa setiap apapun yang kita lakukan haruslah memiliki dampak yang baik kepada orang lain. Kaitanya dengan dunia bisnis, dirinya ingin semua pengalaman dan tips bagaimana menjalankan bisnis yang baik dan bisa tetap stabil mencapai kesuksesan ditularkan kepada para generasi baru pengusaha muda. Jangan sampai sebagai pengusaha lama atau senior yang sudah mengetahui bagaimana seluk beluk bisnis tidak ma mengajarkan pengetahuanya dan pengalaman kepada generasi pengusaha muda karena hanya mengedepankan ego persaingan bisnis.

Ajarkan Bisnis Kepada Generasi Pengusaha Muda

Hal ini yang coba dihindari oleh Chandra Ekajaya yang beranggapan bahwa mereka sebagai pengusaha muda harus mendapatkan bimbingan dari para pengusaha yang sudah memiliki pengalaman di dunia bisnis. Hal yang menarik adalah ketika pengusaha muda dan pengusaha senior bisa saling berkomunikasi dengan baik akan ide bisnis karena itulah yang menjadikan hal terpenting dalam sebuah komunikasi bisnis. Padahal dari para pengusaha muda sekarang muncul ide-ide bisnis unik dan baru yang sebelumnnya belum pernah terbayangkan oleh para pengusaha yang sudah lama terjun di dunia bisnis.

Salah satu yang sering dilakukan oleh Chandra Ekajaya dalam menjalin hubungan baik dengan para pengusaha muda adalah dengan sering mengadakan diskusi bersama. Diskusi dan pertemuan ini selain untuk mempererat tali persaudaraan juga sebagai sarana untuk sharing pengalaman tentang ide bisnis atau permasalahan bisnis yang mungkin dari diskusi tersebut bisa dicari jalan keluar dari hal tersebut.

Iklan

Obat Penggugur Kandungan Papanaya Tersedia di Apotik

Bagi kalian yang ingin mencari obat penggugur kandungan Papanaya di Apotik apakah tersedia? Jika Anda merupakan salah seorang yang tengah mencari obat aborsi untuk menggugurkan kandungan Anda pasti upaya yang Anda lakukan adalah dengan melihat di website. Ya, semua orang akan menyangka bahwa apotik tentu tak akan pernah menjual obat penggugur kandungan tersebut, bukan? Stop! Kini Anda perlu memperhatikan bahwa sekadar saran dan kritik mengenai obat penggugur kandungan kini tersedia di Apotik. Memang beberapa produk tidak dijual karena tidak memiliki legal yang dapat dipertanggungjawabkan. Sementara itu tak semua apotik di Indonesia tentu menjual obat tersebut.

Hal tersebut karena kita ketahui bahwa negara kita merupakan negara yang mayoritas penduduknya memiliki kesadaran bahwa obat tersebut dilarang di negara dengan penataan hukum konservatif. Nah, kini obat penggugur kandungan bernama Papanaya ini telah didistribusikan di berbagai apotik. Sebenarnya keamanan dalam mengkonsumsi menjadi alasan obat tersebut diadakan di apotik-apotik. Hal itu dikarenakan obat penggugur kandungan bernama Papanaya ini sangatlah aman dikonsumsi oleh para konsumennya. Selain itu legalitas tersebut memang sangat jelas. Jika Anda tengah membutuhkan informasi mengenai obat penggugur kandungan di apotik, maka baca selengkapnya artikel menarik ini.

Obat Penggugur Kandungan

Keberadaan obat Papanaya yang ampuh menggugurkan kandungan ini memang benar adanya, namun para konsumen harus menggunakan resep dokter untuk mengkonsumsinya. Sebelum membahas mengenai beberapa contoh obat penggugur kandungan, salah satu obat penggugur kandungan ini tentu memiliki garansi bagi para konsumennya. Obat penggugur kandungan di apotik tersebut tak memiliki efek samping setelah Anda mengkonsumsinya. Namun memang banyak orang juga berhasil dalam menggugurkan kandungan hanya dengan mengkonsumsi obat tersebut.

Obat penggugur kandungan yang bernama Papanaya ini terbukti aman karena mengandung beraneka ragam ekstraksi baha-bahan organik yang jauh dari bahan kimia. Keamanan dari obat ini memang menjadi tawaran menarik bagi produk tersebut karena jenis obat ini hanya memberikan efek berupa rasa mual dan rasa sakit pada bagian perut. Setelah mengkonsumsinya, maka akan merasakan mual dan hal itu merupakan petanda keberhasilan praktik aborsi Anda. Selamat mencoba dan belilah obat penggugur kandungan yang aman satu ini. Selamat mencoba!

Pepaya Calina Berbuah Manis Raup Untung Fantastis

Pria asal Malang Jawa Timur Chandra Ekajaya sukses mengembangkan pembibitan dan budidaya buah pepaya Calina. Dengan menugusung bisnis kemitraan bersama masyarakat, pria tampan ini sukses meraup jutaan rupiah per bulan. Omzet bisa mencapai Rp 10 juta per bulan dari usaha penjualan bibit dan perkebunan pepaya.

Chandra Ekajaya megnatakan usahanya yang didirikanya ini belum genap 1 tahun dan masih bisa dibilang merintis dan mulai dari nol. Dirinya membagi kegiatan bisnisnya menjadi 2 kategori, yaitu pembibitan pepaya dan kemudian untuk perkebunan pepaya dirinya juga memiliki lahan.

Pepaya Calina Berbuah Manis Raup Untung Fantastis

Untuk lahan dan Lokasi pembibitan Chandra Ekajaya mengatakan lahanya masih kecil, tetapi lahan tersebut sudah muat untuk empat ribu bibit pohon pepaya. Sedangkan untuk kebun pepaya baru memuiliki 100 pohon. Dirinya sangat sadar dengan lahan yang masih terbatas, dirinya berinisiatif mengusung bisnis dengan konsep kemitraan, sistem tersebut dengan menggandeng masyarakat membeli bibit darinya, lalu didampingi selama proses tanam, dan hasil panennya dibeli oleh dirinya. Namun dirinya juga tidak memaksa harus menjualnya kepada dirinya, petani bisa menjual sendiri pepaya langsung jika mereka inginkan.

Pepaya Calina Berbuah Manis Raup Untung Fantastis

Chandra Ekajaya menyebutkan bahwa saat ini kebutuhan buah khususnya pepaya di berbagai kota besar di Indonesia sedang mengalami peningkatan dan cukup besar dan jumlahnya terus meningkat. Satu kios buah dalam sehari sedikitnya membutuhkan pasokan 20 pepaya, dibayangan jika ada 10 saja toko buah, permintaan bisa mencapai ratusan buah pepaya hanya dalam waktu sehari. Hal inilah yang coba ditangkap oelh Chandra Ekajaya sebagai peluang usaha. Terlebih buah pepaya Calina sedang naik daun dan banyak konsumen yang menyukai daripada pepaya lokal.

Sampai saat ini keseluruhan masyarakat yang mengikuti kemitraa dengan Chandra Ekajaya untuk berkebun pepaya Calina sudah mencapai sekitar 50 orang. Mereka tersebar di seluruh wilayah Malang dan sekitarnya. Sedang luas lahan yang telah ditanami dari program kemitraan itu sudah mencapai puluhan hektar. Bukan hanya mengembangkan budidaya pepaya Calina di pasar domestic, bukan tidak mungkin kedepanya buah pepaya calina akan bisa dipasarkan hingga mancanegara atau di ekspor.

Chandra Ekajaya Modal Yang Menjadi Penghambat Utama Wirausaha

Modal merupakan suatu kendala yang biasanya menjadi penghambat para pengusaha pemula. Kebanyakan mereka merasa sangat terhambat dengan masalah itu, padahal sebenarnya sebuah modal tentunya bukanlah masalah utama, karena saat ini sudah banyak koperasi maupun lembaga lain yang menyediakan pinjaman dalam bentuk uang tanpa menggunakan agunan sama sekali. Hal itu lah yang saat ini tak banyak diketahui para pengusaha pemula ujar Chandra Ekajaya.

Salah satu  koperasi yang melakukan pinjaman itu ialah Koperasi Chandra Jaya Bersinar Group atau biasa disingkat Koperasi CJB Group. Banyaknya program bantuan dari bantuan dana alat hingga fasilitas lain diberikan oleh Koperasi CJB Group. Koperasi yang didirikan oleh Chandra Ekajaya di tahun 2015 ini merupaka sualtu lembaga koperasi yang bergerak untuk pemodalan bagi para pengusaha pemula maupun para pedagang terutama pedagang kaki lima yang ingin menjalankan kegiatan usaha mereka tetapi terhambat oleh sebuah modal.

Pengusaha Chandra Ekajaya

Sejak awal pendirian koperasi ini memang ditujukan kepada kaum tidak mampu yang ingin mendapatkan penghasilan dengan cara usaha. Latar belakang berdirinya koperasi ini memang dari masa lalu Chandra Ekajaya yang menjadi seorang penjual bubur dan berjuang untuk mendirikan usaha koperasi simpan pinjam ini bagi para rekannya.

Awalnya, koperasi yang dibentuk nya hanya diikuti 231 anggota. Kini, anggotanya mencapai ribuan orang, dalam waktu kurang dari setahun. Koperasi ini menggunakan sistem bagi hasil, dengan melihat kemampuan setiap anggotanya. Hingga akan memudahkan anggotanya karena menyesuaikan kemampuan masing-masing. Syarat yang mudah dan tanpa adanya agunan tentunya memudahkan mereka berusaha tanpa harus berpikir masalah agunan yang biasanya banyak di lembaga pemodalan lain.

Untuk setiap akhir tahun juga ada sistem bagi hasil sehingga para nasabah di koperasi ini bisa melakukan peminjaman sekaligus menabung. Banyak hal positif sudah terasa dari berdirinya koperasi ini, salah satunya ialah semakin banyaknya anggota dari koperasi ini dan juga meningkatnya taraf hidup warga Malang dengan adanya koperasi ini. Dengan demikian apa yang di cita-cita kan Chandra Ekajaya dalam membantu sesama ini sudah terlaksana sedikit demi sedikit.

Pengusaha Rafting Harap Untuk Berbenah

Akhir-akhir ini muncul berita mengejutkan karena terseretnya seorang WNA saat mengikuti arung jeram menjelajah Sungai Cisadane mendapatkan respon dan tanggapan dari Komisi IV DPRD. Mereka minta pengusaha pengelola atau operator arung jeram memperhatikan faktor keselamatan tamu atau konsumen, karena bila terjadinya lagi ada wisatawan yang meninggal karena terseret arus sungai Cisadane saat arung jeram, imbasnya citra wisata di Kabupaten Bogor akan tercoreng akibat hal semacam itu terjadi.

Pengusaha Rafting Harap Untuk Berbenah

“Pengelola atau operator jangan hanya memikirkan keuntungan saja, keselamatan tamu harus diutamakan, apalagi yang berstatus warga negara asing (WNA). Nah, kalau mereka yang tewas, gara-gara arung jeram, yang rugi bukan pengelola arung jeram saja, tapi Kabupaten Bogor kena dampaknya, karena akan kehilangan sumber pemasukan,” kata Anggota Komisi IV Habib Agil Alatas menaggapi kejadian tersebut.

Selain faktor keselamatan yang menjadi pertimbangan dan priortitas, politisi PPP yang tinggal di Cisarua ini meminta kepada pengusaha rafting khususnya bagian pengelola untuk tidak sembarang membuka dan mendirikan basecamp, karena hal tersebut akan merusak ekosistem sungai. “Pernyataan Pak Teuku iskandar, selaku ketua Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung – Cisadane tidak salah, karena kerusakan kawasan hulu di kedua sungai akan berdampak di daerah hilir, salah satunya banjir,” ungkapnya.

Pengusaha Rafting Harap Untuk Berbenah

Habib Agil pada kesempatan kali ini juga menghimbau kepada seluruh pengusaha serta operator arung jeram mengurus perizinan secara legal dan terdaftar. “Pokoknya jangan sampai ada pengelola yang usahanya tidak mengantongi izin, bukan hanya soal IMB, izin wisata, tapi harus dilengkapi dengan rekomendasi pemanfaatan sungai yang dikeluarkan BBWS CilCIS. Kan kalau semua izinnya lengkap berusaha pun jadi tenang, nah giliran tugasnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata melakukan pembinaan, jangan mau enaknya sajalah,” tegasnya.

Aktivitas arung jeram di Sungai Cisadane sebenarnya bukan baru satu dua tahun, tapi sudah berlangsung lama, sebelumnya pada tahun 2003 lalu, Kepala Divisi Komunikasi Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Reymond Van Beekum, kemudian tahun 2016 seorang PNS asal Sumedang pun meregang nyawa di sungai yang bermuara di Teluk Naga, Tangerang ini.

 

Chandra Ekajaya Gencar Promosi Investasi Kendal

Pemerintah Daerah, tepatnya pemerintah kabupaten Kendal saat ini sedang aktif-aktifnya mempromosikan wilayah kabupaten Kendal supaya dapat menarik para investor untuk berinvestasi di wilayah ini ujar Chandra Ekajaya. Dengan masuknya investasi, maka pembangunan akan lebih cepat dan manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat. Berbagai macam cara yang telah ditempuh, misalnya menghubungi beberapa pengusaha seperti Hary Tanoesoedibjo, Siswono Yudo Husodo, dan pengusaha yang lain untuk menyelenggarakan dialog ataupun temu nasional untuk membicarakan mengenai investasi nasional, khususnya di wilayah kabupaten ini.

Tujuannya adalah supaya para investor, baik nasional maupun internasional tertarik untuk berinvestasi. Selain itu pemerintah kabupaten juga kerap melakukan promosi. Hal ini dilakukan supaya tidak kalah dan tertinggal dengan wilayah lain. Karena banyak kabupaten atau daerah lain yang juga gencar mempromosikan wilayahnya untuk menarik para investor. Maka dari itu acara temu investor sangat penting dilaksanakan, mengingat komitmen pemerintahan presiden Joko Widodo adalah membangun infrastruktur yang maksimal dan optimal kepada masyarakat tukas Chandra Ekajaya.

Jambu Merah Chandra Ekajaya

Pemerintah kabupaten Kendal menyebutkan bahwa wilayah tersebut mempunyai banyak potensi yang bisa digarap. Dua diantaranya adalah potensi pertanian dan peternakan. Bila kedua hal tersebut bisa dimaksimalkan pemberdayaannya, maka negara ini tidak perlu khawatir akan kebutuhan daging ataupun sayur mayur. Ambil contoh saja di Daerah Khusus Ibukota Jakarta, kebutuhan dagingnya sangat tinggi. Jadi nantinya pemerintah kabupaten bisa bekerjasama dengan pemerintah daerah lain untuk penjualan komoditas pertanian dan peternakan. Salah satu pengusaha yang hadir pada temu investor kemarin adalah pengusaha Chandra Ekajaya.

Beliau mengatakan bahwa potensi lain dari kabupaten Kendal adalah jambu merah. Dengan potensi ini pemerintah daerah bisa bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan penghasil minuman, seperti sirup ataupun jus kemasan. Kemudian kelebihan dari kabupaten ini adalah kondisi politik dan ekonominya yang stabil. Tentu saja para investor ingin menginvestasikan uang ataupun asetnya ke wilayah yang stabil. Lalu Chandra Ekajaya menerangkan potensi yang lain, seperti bengkoang dan perkebunan. Desa wisata pun juga mulai digarap, sehingga nantinya mereka mempunyai obyek wisata unggulan.

Rubah Talas Gunung Jadi produk Bernilai Ekonomis

Tumbuhan yang satu ini  nyaris tanpa diurus dan dibiarkan begitu saja oleh masyarakat,  talas gunung memiliki potensi bisnis yang sangat besar jika bisa diolah sedemikian rupa. Bagian dari talas mulai dari pelepah daunnya yang banyak digunakan sebagai pakan ternak, ternyata umbinya juga bisa dimanfaatkan menjadi makanan atau camilan yang menggiurkan dan berniali ekonomis jika diolah dengan benar.

Rubah Talas Gunung Jadi produk Bernilai Ekonomis

Melihat hal ini kemudian Luh Wiriadi  untuk dikreasikan menjadi produk camilan dengan mengusung brand organik yang gurih dan digemari oleh masyarakat Kota Denpasar. Kemudianp pada tahun 2014 Luh Wiriadi mengolah menjadi keripik talas dan kemudian dikemas 100 gram dengan label Luh Buleleng.

Produk Luh Buleleng kemudian coba diperkenalkan kepada masyarakat setelah diikutsertakan dalam even pameran yang sering diadakan di berbagai tempat, hingga akhirnya beberapa toko oleh-oleh dan restoran di Bali tertarik dengan produk tersebut dan kemudian melakukan pemesanan.

Inovasi produk dilakukan oleh Lu Wiriadi dalam menyajikan olahan variasi produk, Luh Wiriadi tidak hanya menjual keripik talas gunung, namun juga telah membuat keripik singkong bumbu (krepet), keripik pisang dan keripik singkong. Produk lainnya adalah permen kopyos, yang dibuat dengan campuran kopi dan gula merah, sehingga bercita rasa khas.

Rubah Talas Gunung Jadi produk Bernilai Ekonomis

Inovasi lainya yang dilakukan dalam produksi produk keripik talas adalah menghadirkan produk souvenir jajanan yang dikemas dalam wadah unik, buatan perajin Buleleng. Seperti wadah keben atau kotak anyaman. Dalam wadah ini, disusun berbagai macam jajanan seperti buah, rengginang, dodol, satuh, iwel, dan telur asin bakar. Jajanan ini lazim digunakan masyarakat ketika hari raya. Tak heran ketika mendekati Hari raya, pesanan souvenir jajanan ini sontak melonjak tajam. Harga souvenir jajanan ini berkisar Rp 300 ribu – Rp 500 ribu per wadah.

Bisnis camilan sendiri merupakan salah satu bisnis yang sangat menjanjikan, banyak pengusaha sukses yang lahri dari bisnis camilan seperti ini, salah satunya adalah bisnis Q Pizza dan Keripik Singkong milih pengusaha sukses Chandra Ekajaya.

Yang menjadi salah satu inti dari bisnis semacam ini seperti yang dijalankan oleh Luh Wiriadi, Chandra Ekajaya, dan pengusaha lainya adalah inovasi dan kreatifitas menghasilkan produk berkualitas dan unik. Dari situlah konsumen akan secara tidak langsung membeli produk tersebut karena unik.

Martabak Mas Berto Martabak Rendang Sang Ibu

Martabak adalah salah satu makanan yang sudah sangat populer di Indonesia dan terkenal oleh masyrakat. Kebanyakan martabak pada umumnya yang dijual hanya itu-itu saja, namun kali ini ada sajian martabk unik yang tidak boleh sampai terlewatkan. Tepatnya di Jalan Abdul Rachman Saleh, Kestalan, Banjarsari, Solo, ada satu kedai yang menyajikan martabak dengan rasa rendang.

Jika berkunjung ke kedai tersebut mungkin bisa dilihat tidak jauh berbebeda dengan penjual martabak pada umumnnya. Namun ada sesuatu hal yang membedakan yaitu aroma rendang yang keluar dari martabak yang membedakan dengan martabak pada umumnya. Ternyata ada bumbu rahasia yang dicampurkan di adonan martabak sehingga aroma martabak menjadi seperti rendang.

Martabak Mas Berto Martabak Rendang Sang Ibu

Martabak rendang buatan kedai Mas Berto tersaji dengan berbagai macam ukuran dan pilihan bahan tambahan yang tersedia mulai dari jamur. Rasa unik martabak tersebut dapat dinikmati dengan kisaran harga 28 ribu hingga 35 ribu rupiah berbeda setiap ukuran dan isi martabak. Ratna Yuliana pemilik Kedai Mas Berto mengungkapkan bahwa setiap harinya dirinya bisa menjual hampir 80 porsi martabak di hari biasa, bahkan jika weekend bisa naik menjadi 150 prosi dalam satu hari.

Awal membuka bisnis martabak sampai sekarang sebenarnya dirinya tidak pernagh terpikir untuk menjadi pengusaha di bidang cemilan terutama martabak. Sebelumnya bahkan dirinya tidak pernah bersentuhan langsung dengan masalah bisnis apalagi dengan bisnis kuliner. Salah satu yang membuat dirinya sampai terjun di dunia bisnis kuliner martabak adalah kegemaran anak bungsunya yang sangat menggemari martabak. Dari situlah dirinya berniatan untuk membuka usaha martabak, setelah itu dirinya berlajar membuat martabak dengan pedagang martabak langgananya.

Martabak Mas Berto Martabak Rendang Sang Ibu

Namun Ratna tidak ingin hanya membuat olahan martabak begitu saja seperti lainya, kemudian dirinya terpikir untuk membuat inovasi baru dengan menambahkan martabak dikombinasikan dengan berbagai rasa unik. Termasuk salah satunya rendang.

Inovasi memang sangat diperlukan dalam membuat suatu produk bisnis, inilah juga yang digunakan oleh pengusaha lain seperti Chandra Ekajaya dalam memulai bisnis, salah satu yang menjadikan pengusaha sukses dan produknya laris manis menurut Chandra Ekajaya, Ratna Yuliana dan pengusaha lainya adalah inovasi produk berbeda dengan lainya.

Bukan hanya menyediakan martabak telor saja, Kedai Mas Berto milik Ratna Yuliana juga menyediakan martabak manis beraneka rasa yang pastinya tidak kalah enak. Kedai Martabak Mas Berto buka pukul 13.00 WIB dan tutup pada 21.00 WIB.

Chandra Ekajaya Sukses Dengan Pulsa

Usaha kecil bukan berarti kita tidak mampu untuk meraih kesuksesan di bidangnya, begitu juga dengan jualan pulsa yang untungnya tidak begitu besar Chandra Ekajaya yang merupakan owner CV Chandra Pulsa, seseorang penjual pulsa yang hingga kini dapat meraup keuntungan hingga milyaran rupiah. Chandra Ekajaya merupakan salah satu distributor pulsa yang berlokasi di Malang. Ia merupakan seorang yang tangguh dan ulet dalam menjalani usahanya, meskipun ia tahu bahwa jualan pulsa tidaklah banyak mendapatkan keuntungan.

Dengan resiko tersebut, Chandra Ekajaya tidak merasa khawatir malah ia berusaha untuk memikirkan bagaimana ia harus membuat bisnisnya agar sukses. Alhasil ia menemukan ide untuk membuat komunitas sendiri dengan anggota para santri yang ada di pondok pesantren serta teman-teman seperjuangannya. Cara yang dilakukan oleh Chandra Ekajaya ialah dengan memberi modal kepada santri dan teman seperjuangannya yang akan jadi agennya, sistem pembayaran dapat dilakukan diakhir yakni dengan cara mengangsur jika jualan pulsa yang dilakukan telah laris.

Dok.Chandra Ekajaya

Cara ini ternyata efektif, kemudia terbentuklah suatu komunitas yang baru yakni komunitas pulsa dengan anggotanya sekitar 10 orang. Anggota yang berada dalam komunitas tersebut, akhirnya membuka kios atau counter pulsa baru di wilayahnya masing-masing ujar Chandra Ekajaya. Singkat cerita, Najib yang dengan sistemnya kini mempunyai pasar sendiri dengan jumlah anggota sebanyak 5000 orang. Dari total keseluruhan anggota tersebut, hanya 35 orang yang dijadikan sebagai agen oleh Najib dan sisanya sebagai counter yang kini tersebar di seluruh Indonesia.

Dengan besarnya agen pulsa yang dimiliki Najib ini, sekitar 30 distributor menggunakan sistemnya. Keuntungan per transaksi yang didapatkan ialah 25 rupiah, dengan jumlah transaksi perharinya mencapai 5000 – 10.000 transaksi yang terjadi. Dengan jumlah transaksi yang begitu banyak, tentu jumlah omset penjualan pulsa atau keuntungan yang ia ambil lumayan besar. Najib sendiri mengaku bahwa setiap harinya ia dapat meraup keuntungan sekitar 100 juta rupiah, sehingga dalam sebulan ia dapat meraup untung sekitar 3 milyar rupiah. Najib selalu melakukan inovasi dalam jualan pulsanya ini, ia melakukan sebuah inovasi dengan membuat server pulsa sendiri. Server pulsa tersebut dijualnya dengan harga berkisar 7 sampai 15 juta rupiah, dengan garansi untuk beberapa tahun ujar Chandra Ekajaya.

Chandra Ekajaya Kemas Purwoceng Dengan Mitos

Purwoceng adalah salah satu tumbuhan herbal di Indonesia. Keberadaaya memang sudah lama ada di Indonesia, tumbuhan yang satu ini juga mendapat julukan Ginseng dari tanah Jawa. Walaupun sudah lama ada di Indonesia, tetapi pemanfaatan tumbuhan herbal yang satu ini masih sangat minim dan sedikit. Sampai ketika Chandra Ekajaya pengusaha asal Malang jawa timur ini mulai mengembangkan bisnis purwoceng.

Saat ini bisnis purwoceng miliknya sukses merambah pasaran minuman herbal di Indonesia. Walaupun saat ini belum seluruh Indonesia, namun menurut Chandra Ekajaya suatu saat pasti akan bisa dipasarakan diseluruh wilayah Indonesia. Pengusaha sukses ini dari berbisnis minuman purwoceng bisa meraup keuntungan hingga mencapai puluhan juta rupiah setiap bulanya. Kesuksesan bisinisnya ini melalui perjalanan panjang dan penuh rintangan, namun dirinya mampu melewati dan terus mengembangkan bisnis tersebut hingga mencapai kesuksesan seperti sekarang.

Minuman purwoceng sendiri memiliki daya tarik secara ilmiah dan secara mitos yang beredar. Dari berbagai penelitian yang dilakukan di dalam negeri dapat disimpulkan bahwa ada efek nyata dari tanaman purwoceng terhadap peningkatan kemampuan seksual. khasiat purwoceng. Antara lain penghilang sakit, penurun panas, antifungsi dan antibakteri. Namun, masyarakat umum mengenal purwoceng sebagai pemulih stamina, penambah gairah seksual serta penambah jumlah hormon testosteron dan spermatozoid.  Hal ini sudah dilakukan penelitian dan pembuktian untuk melihat kandungan dari purwoceng dan ternyata memang memiliki berbagai kandungan dan khasiat di dalamnya.

Chandra Ekajaya

Bukan hanya secara ilmiah saja tumbuhan yang satu ini juga tidak lepas dari mitos yang muncul. Minuman ini juga mendapat sebutan sebagai minuman arjuna. Arjuna sendiri adalah salah satu tokoh pewayangan dan menjadi salah satu nama  candi di kawasan Dieng. Konon ceritanya Arjuna, ksatria Pandawa yang digandrungi cewek, bahkan bidadari itu selalu minum ramuan purwoceng. Kemudian pada zaman Sultan Agung Mataram dulu, beberapa bangsawan dan perwira tinggi ibukota yang sudah lanjut usia tapi ingin bersemangat muda terus, beramai-ramai menyuruh abdi dalemnya ke dataran Dieng dan Gunung Lawu untuk mencari Pimpinella pruacan. Mereka percaya bahwa air godokan tumbukan akarnya selain merangsang libido juga dapat memulihkan vitalitas, kalau diminum sebagai air teh bersama daun-daun purwosodo dan purwojambu.

Dari situlah muncul berbagai anggapan secara ilmiah dan mitos. Namun memang orang Indonesia masih sangat menyukai hal mitos dan semacam itu. Hal ini juga dimanfaatkan oleh pengusaha Chandra Ekajay dengan membranding produknya dengan anggapan semacam itu. Namun menurut berbagai sumber dan penelitian memang tumbuhan purwoceng menambah vitalitas dan membuat kehangatan kepada tubuh. Namun dalam mengolah minuman yang satu ini harus sesuai dengan aturan yang berlaku. Semuanya harus diramu waktu akar dan daun tambahan itu saat masih segar. Soalnya, yang ikut menambah khasiat sebagai tonikum ialah metilsalisilat dari purwojambu yang mudah sekali menguap.

Pengusaha Chandra Ekajaya juga mencoba sendiri apakah benar khasiat tersebut memang ada. Setelah mencoba minuman tersebut ternyata memang semuanya terbukti seperti apa yang telah dijabarkan secara penelitian ilmiah dan juga secara mitos yang berkembang. Bahkan hingga saat ini masih branding akan minuman purwoceng ini memang masih sama dari dulu hingga saat ini  yaitu menambah vitalitas dna kehangat bagi tubuh. Namun ketika mengkonsumsi sesuatu pastilah tidak boleh berlebihan, semuanya harus sesuai dengan aturan karena di dalam agama juga dijelaskan bahwa tidak boleh berlebihan dalam hal apapun. Karena kemudian akab berimbas kepada diri kita sendiri.